Logo SantriDigital

Hidup damai

Kultum
M
Muh agus nurul umam
3 Mei 2026 3 menit baca 1 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَا...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ: وَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bapak-bapak, Ibu-ibu, Kakak-kakak, Adik-adik yang ganteng dan cantik, semoga kita semua senantiasa dalam naungan kasih sayang Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Jalan-jalan ke pasar Cikini, Beli duku, beli durian. Jika ingin hidup ini selalu harmonis dan damai, Jauhi dengki dan jangan suka pendendam. Nah, Bapak Ibu sekalian, tema kita hari ini memang ringan tapi substansinya luar biasa: Hidup Damai. Siapa sih yang nggak ingin hidup damai? Kayaknya semua orang pengen ya. Kayak saya ini, tiap bangun pagi pengennya langsung damai, tanpa mikirin cicilan, tanpa mikirin kerjaan yang numpuk, tanpa mikirin kok muka belum glowing juga. Hehehe. Tapi, damai ini bukan cuma soal tidak ada perang atau tidak ada keributan fisik, Bapak Ibu. Damai itu datangnya dari hati. Kalau hati kita sudah damai, seberat apapun masalah di dunia ini, rasanya ringan. Beda sama hati yang ruwet, sedikit aja masalah datang, rasanya udah mau guling-guling di aspal. Allah berfirman dalam Al-Qur'an, surat Al-A'raf ayat 56: وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ "Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaiki­nya. Dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harapan. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik." Ayat ini menuntun kita untuk menjaga perdamaian, baik dalam diri sendiri maupun di lingkungan sekitar. Merusak kedamaian itu sama saja dengan merusak bumi yang sudah Allah perbaiki. Kebayang kan kalau bumi ini rusak? Mau tinggal di mana kita? Nanti pas kiamat ditanya Allah, "Kamu kok bikin bumi saya berantakan?" Bagaimana cara menciptakan kedamaian dalam diri? Salah satunya adalah dengan memperbanyak dzikir dan syukur. Coba ingat-ingat, kapan terakhir kali kita benar-benar bersyukur atas nikmat yang Allah berikan? Nikmat bisa makan, nikmat bisa kumpul begini, nikmat bisa ketawa bareng (meskipun kadang lawakannya garing). Rasulullah ﷺ bersabda: "Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, ‘Jika salah seorang dari kalian melihat orang yang dilebihkan dalam harta dan rupa (fisik), maka hendaknya ia melihat kepada orang yang berada di bawahnya.’" (HR. Bukhari & Muslim) Maksudnya apa? Biar kita nggak iri. Kalau kita terus-terusan lihat orang yang lebih kaya, lebih sukses, kita malah jadi nggak damai. Coba deh sesekali lihat orang yang kurang beruntung. Dijamin, rasa syukur kita langsung melonjak tinggi. Auto damai, Bapak Ibu! Para ulama salaf terdahulu juga mengingatkan, "Ketahuilah, sesungguhnya di dunia ini ada dua jenis obat: pertama, obat untuk fisik, yaitu makanan dan minuman. Kedua, obat untuk hati, yaitu muhasabah (introspeksi) dan meninggalkan maksiat." Kalau obat hati ini kita minum rutin, insya Allah hati kita jadi damai, nggak gampang marah, nggak gampang merasa terzalimi, bahkan kalaupun ada yang usil, kita bisa senyum saja. Senyum yang tulus, bukan senyum kecut karena nahan kesel. Hehehe. Jadi, Bapak Ibu, mari kita mulai hidup damai dari diri sendiri. Jauhi dengki, perbanyak syukur, dan terus perbaiki hati. Kalau hati sudah damai, insya Allah lingkungan kita jadi damai, keluarga kita damai, bahkan kalau tetangga sebelah suka dangdutan sampai pagi, kita bisa lebih sabar mendengarkannya (atau paling tidak, kita bisa ikut joget dari dalam rumah sambil berdoa semoga musiknya cepet habis). Semoga Allah menganugerahkan kedamaian dalam hati kita, melapangkan dada kita, dan menjadikan kita pribadi-pribadi yang senantiasa menebar kedamaian di mana pun kita berada. وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →